Section 1

Review Terbaru Film Kutuk (2019), The Nun Versi Indonesia

Beberapa film bergenre horor tak pernah absen menghiasi bioskop tanah air. Pada bulan Juli 2019 ini, salah satu film horor yang cukup menarik perhatian adalah Kutuk (2019), yang disebut-sebut mirip dengan film horor The Nun buatan Amerika Serikat yang tayang pada 2018.

Anggapan tersebut bukannya tidak berdasar. Dari tampilan poster saja, sudah banyak kemiripan antara Kutuk dengan The Nun. Sebut saja misalnya wajah pemeran utama yang terbagi dua sisi antara manusia dan iblis, palindrom (pembalikan) huruf terakhir judul film (K pada Kutuk dan N pada Nun), serta seragam biarawati yang dikenakan pemeran utama.

Namun, Shandy Aulia yang dalam film Kutuk berperan sebagai produser, penulis cerita dan pemeran utama, menyanggah jika film Indonesia besutan MD Entertainment ini dianggap jiplakan dari The Nun. Pasalnya, Nonton film bioskop online The Nun berkisah seputar biarawati dan biara yang angker di Rumania, sedangkan Kutuk akan bercerita tentang suster di lingkungan panti jompo. Suster yang dimaksud Shandy Aulia bukanlah pemuka wanita agama Katholik, melainkan perawat wanita seperti yang ada di fasilitas kesehatan.

Shandy Aulia sendiri sudah menjadi semacam primadona di dunia film horor Indonesia. Kiprahnya dalam film Rumah Kentang (2012) sampai Perjanjian Iblis (2019) membuatnya dijuluki sebagai aktris spesialis horor Indonesia. Selama tujuh tahun, Shandy Aulia telah membintangi sembilan judul film horor.

Di film horor Kutuk kali ini, Shandy berperan sebagai Maya, perawat muda yang ditugaskan bekerja di sebuah panti jompo yang dipimpin Elena (Alice Norin). Merawat orang-orang tua tentu membutuhkan kesabaran dan ketelatenan, namun juga menyenangkan, begitu pikir Maya. Didampingi supervisornya, dokter Sean (Stuart Colin) serta perawat senior Gendis (Vitta Mariana), Maya mulai bekerja dan tinggal di panti jompo itu. Tak ada yang menyangka jika pekerjaan rutin ini membawa Maya pada misteri terpendam panti jompo yang melibatkan seorang hantu perawat.

Film Kutuk merupakan hasil karya skenario Fajar Umbara (Ikut Aku Ke Neraka, Sabrina, Mata Batin) dipadukan dengan ide cerita Shandy Aulia serta arahan sutradara Rudy Aryanto, membuat nonton film bioskop online ini cukup matang dari segi produksi. Ditambah sinematografer Asep Kalila serta penggubah musik Aghi Narottama, film Kutuk benar-benar tidak mengecewakan dari segi audio visual.

Sayangnya, jalan cerita film terkesan hanya padat di paruh kedua film saja. Pada babak pertama, keseharian Maya sebagai perawat panti jompo dianggap terlalu panjang dari seharusnya, sehingga penggemar horor yang sudah menanti-nanti jumpscare, bakal kecewa karena hampir tidak ada penampakan apapun di babak pertama ini.

Jumpscare yang sesungguhnya baru muncul di babak kedua, itupun terkesan sudah telat karena penonton terlalu bosan oleh babak pertama yang agak bertele-tele. Efek horor pun kurang terasa meski sinematografinya begitu cantik dan elegan. Bahkan jika berbicara tentang plot, beberapa adegan terkesan kurang masuk akal meskipun film ini berusaha menjelaskannya dengan baik.

Tapi jangan khawatir filmnya bakal datar-datar saja, karena di tengah film bakal ada adegan kejar-kejaran yang cukup menegangkan antara Maya dengan hantu perawat. Film Kutuk juga menawarkan beberapa genre lain selain genre utama horor, yakni drama, romansa, sampai aksi.

Terlepas dari kekurangannya, film Kutuk tetap menjadi film horor yang patut ditonton. Akting Alice Norin yang solid serta audio visual yang digarap apik membuat film Kutuk masih layak menemani waktu luang Anda. Film Kutuk juga menjadi salah satu film horor yang masih pantas ditonton oleh kalangan remaja karena hampir tak ada adegan dewasa seperti yang umumnya diselipkan pada film-film horor.
Name
Email
Comment
Or visit this link or this one